sumber gambar: wikipedia
Pada pertengahan September 2018 lalu,
Kunto Aji merilis album keduanya yang bertajuk Mantra Mantra. Ada beberapa hal
yang bisa saya ambil lewat album ini. Lagu pertama yang saya dengar di album
Mantra Mantra adalah track pertamanya,
yaitu Sulung.
"Cukupkanlah ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Yang sebaiknya kau jaga, adalah dirimu sendiri"
Pertama kali mendengarnya, saya merasa
tersentuh sekali dengan liriknya. Saya, yang saat itu sedang dalam keadaan yang
tidak baik-baik saja, merasa tertolong dengan mendengarkan lagu Sulung. Ditambah
petikan gitar dari Kunto Aji yang juga sangat menenangkan saya. Dengan lirik
lagu yang diulang-ulang, membuat saya memikirkan kata-kata tersebut yang
kemudian menyadarkan saya. Saat itu saya merasa terlalu memaksaan keadaan,
terlalu mengharapkan keinginan untuk menjadi kenyataan dan itu sangat menyiksa.
Karena terlalu menginginkannya, saya menjadi lupa kepada diri saya sendiri. Saya
tidak menjaga diri saya dan saya tidak peduli kepada diri sendiri, karena yang
selalu ada di otak saya, ya, keinginan itu.
Saya
merasa bahwa apa yang saya lakukan pada saat itu kurang tepat. Tidak seharusnya
saya terlalu lama berkubang dalam masalah saya, hingga melupakan diri sendiri. Hal
apa pun yang akan menjadi milik saya, pasti akan menjadi milik saya. Dan hal
apa pun yang tidak seharusnya milik saya, ya tidak akan menjadi milik saya,
sampai kapanpun. Yang harus diperhatikan adalah diri saya sendiri. Bagaimana diri
saya bisa menerima hal apapun yang ada di hidup saya, walaupun itu di luar
keinginan saya. Bagaimana saya harus baik-baik saja ketika apa yang terjadi
pada hidup, diluar ekspektasi saya. Saya harus ikhlas, karena saya tidak bisa
mengatur semua hal di dunia ini.
Selain
Sulung, lagu di album Mantra Mantra yang kembali “menolong” saya pada saat itu,
adalah Rehat.
"Tenangkan hati
Semua ini bukan salahmu
Jangan berhenti
Yang kau takutkan takkan terjadi
Yang dicari, hilang
Yang dikejar, lari
Yang ditunggu
Yang diharap
Biarkanlah semesta bekerja
Untukmu"
Setelah
merasa “tertampar” dengan Sulung, saya kembali dibuat diam dengan track nomor lima di album tersebut. Saya
yang pada saat itu terlalu sering menyalahkan diri saya atas apa yang terjadi,
merasa mendapatkan jawaban dari lagu Rehat. Kalimat “semesta yang paling
mempunyai kuasa” berputar di pikiran saya pada saat itu. Ditambah lagi, pada
menit ke 3:12, Kunto Aji menyisipkan instrumen musik yang sangat menenangkan
ketika didengarkan oleh telinga saya. Dan setelah saya mencari tahu, ternyata
itu merupakan Solfeggio Frequencies, frekuensi 396 Hz milik Dr. Joseph Pulio, psikolog
dari Amerika Serikat, yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif
untuk menyehatkan mental. Dalam setiap penampilan langsungnya ketika membawakan
Rehat, Kunto Aji selalu menyebutnya sebagai sesi terapi pada menit tersebut.
Selain
Sulung dan Rehat, telinga saya kembali eargasm
ketika mendengarkan Saudade. Track ke
delapan di album Mantra Mantra. Kali ini bukan untuk diri sendiri hal yang saya
dapatkan dari Saudade. Sejak pertama kali mendengar dan membaca liriknya, saya
selalu terbayang adik-adik saya yang masih kecil di rumah dan juga
sahabat-sahabat saya. This song always
remind me of them. The lyrics are too
deep I can’t stand it.
Tapi,
secara keseluruhan, semua lagu yang ada di Mantra Mantra punya “mantra”nya
tersendiri untuk saya. Menurut saya, Mantra Mantra merupakan salah satu album
terbaik yang pernah saya dengarkan. Selain menyuguhkan musik yang sangat
menenangkan untuk telinga saya, Kunto Aji juga memberi pesan yang banyak lewat
liriknya. Dia bercerita banyak tentang mental
health, self-love, overthinking, ikhlas, bersyukur, dan doa-doa untuk orang
di sekitar. Kunto Aji benar-benar memberi mantra di album ini yang membuat
pendengarnya bisa tepat merasakan apa yang ingin disampaikan lewat
lagu-lagunya. Sampai sekarang, saya masih merasa “tersihir” ketika mendengarkan
Mantra Mantra. Terimakasih sangat banyak untuk Kunto Aji yang telah membuat album
seindah dan semenenangkan ini hingga mampu menolong banyak orang.
By the way, untuk kalian yang lelah
dengan keadaan, lelah dengan pencarian, lelah dengan kenangan, lelah dengan
segala tuntutan, lelah dengan apa yang ada di pikiran, terimakasih sudah
berjuang sampai sekarang. Selamat hari Minggu! Take a good care of yourself and people around you! Sampa jumpa di
hari baik lainnya!