Monday, May 20, 2019

[Minggu 7] Jurnalis Robot


sumber gambar: pepnews.com


Sepuluh tahun terakhir, media telah menggunakan AI (Artificial Intelligence) untuk menulis berita atau dikenal dengan jurnalisme robot. Jurnalisme robot merupakan salah satu jenis dari Computer-Assisted Reporting (CAR) tingkat lanjut yang menggunakan Artificial Intelligence (AI). Kombinasi teknologi dan manusia yang saling berinteraksi untuk membuat artikel berita tersebut telah diaplikasikan di beberapa perusahaan-perusahaan media di dunia. Kecerdasan buatan tersebut menawarkan kecepatan dan ketepatan serta berpotensi mendukung realitas ruang yang lebih kecil dan tekanan waktu bagi para jurnalis. Jurnalis robot dapat menyampaikan dan memperbaharui berita lebih cepat serta memungkinkan wartawan untuk berkonsentrasi pada tugas lainnya.

Perusahaan media Indonesia yang pertama mengaplikasikan teknologi jurnalis robot adalah Beritagar.id, dengan Robotorial yang mulai perdana pada 25 Februari 2018 dengan menulis artikel tentang laporan pertandingan Liga Inggris antara Leicester VS Stoke City. Beritagar.id membuat produk mesin pada pekerjaan jurnalisme dengan melakukan proses produksi berita dibantu oleh teknologi berbasis Machine Learning (ML) untuk pengenalan pola serta pembelajaran oleh AI, yang kemedian teknologi berbasis Natural Language Processing (NLP) berhubungan dengan kecerdasan buatan dan bahasa computer.


sumber gambar: beritagar.id

Dengan adanya robot jurnalis, muncul pertanyaan apakah dapat menggantikan peran jurnalis? Jawaban saya adalah tidak. Karena, bagaimanapun canggihnya jurnalis robot, akan selalu dibutuhkan orang-orang di belakangnya untuk memrogramnya, seperti programmer, jurnalis, peneliti, dan sebagainya. Peran jurnalis tidak akan serta merta hilang hanya karena munculnya robot jurnalis. Menurut COO Beritagar.id, Didi Nugrahadi, robot jurnalis hanya dapat menuliskan artikel berita yang bersifat repetitif, dengan variabel yang tetap seperti bencana alam. Namun, masih banyak pekerjaan jurnalis yang tidak bisa dilakukan oleh mesin, seperti wawancara dan menulis opini.

Justru adanya robot jurnalis, akan sedikit meringankan beban jurnalis. Dengan banyaknya tuntutan  pekerjaan jurnalis, apalagi jurnalis di perusahaan yang telah mengaplikasikan newsroom 3.0, akan terbantu dengan adanya robot jurnalis. Beberapa pekerjaan jurnalis dapat dibantu oleh robot jurnalis, sehingga dapat menghemat waktu bagi jurnalis untuk menyusun artikel ataupun investigasi laporan panjang yang lengkap.

Seberapapun canggihnya mesin ketika menulis berita, kesalahan berita masih mungkin terjadi. Seperti yang terjadi pada LA Times, robot penulis berita peringatan gempa, Quakebot, erilis informasi keliru karena kesalahan data yang dirilis pegawai Badan Geologi Nasional AS (USGS). Robot selalu membutuhkan manusia yang mengoperasikannya dan mengawasinya. Menurut saya, robot masih belum bisa menggantikan peran jurnalis. Robot hanya bisa membantu meringankan, namun tidak bisa menggantikan. Kecuali jika terdapat temuan robot yang semakin pintar dan mampu untuk melakukan berbagai kegiatan jurnalis seperti memberikan opini, melakukan wawancara, memverifikasi berita, dan sebagainya.


Sumber:
AFP. 2019. “’Robot Jurnalis’ Mengubah Cara Kerja di Perusahaan Media” dalam https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190310125557-185-375922/robot-jurnalis-mengubah-cara-kerja-di-perusahaan-media diakses pada 20 Mei 2019 pukul 22:13 WIB
Oktika, Sri Amran, Irwansyah. 2018. “Jurnalisme Robot dalam Media Daring Beritagar.id. Jurnal KOMINFO, Vol. 20 No. 2
Prasetya. 2018. “Peran Manusia Tidak Sepenuhnya Terganti Oleh Robotic Journalism” dalam https://prasetya.ub.ac.id/berita/Peran-Manusia-Tidak-Sepenuhnya-Terganti-oleh-Robotic-Journalism-22312-id.pdf diakses pada 20 Mei 2019 pukul
Putranto, Algooth. “Praktik Jurnalisme Robot, Senjakala Jurnalis?” dalam http://www.remotivi.or.id/amatan/481/Praktik-Jurnalisme-Robot,-Senjakala-Jurnalis? Diakses pada 20 Mei 2019 pukul 22:30 WIB
Youtube.com/DailySocialTV 

No comments:

Post a Comment

2020

"Kan, ada tuh tulisan Kampus Merdeka di portal mahasiswa. Supaya mahasiswanya merdeka, katanya. Gimana perasaan kalian udah dimerdekaka...