Awal mula saya berkenalan dengan Musik adalah ketika
sedang merasakan kekosongan jiwa. Saat saya bingung dengan apa yang saya
rasakan. Saya merasa kosong dan sendirian di tengah keramaian. Saya mempunyai
banyak keluarga, namun tidak dapat merasakan kehadiran mereka. Saya memiliki
banyak teman, namun tidak dapat merasakan apa itu pertemanan. Ketika sedang
duduk sambil melamun, sekilas terdengar lantunan nada beserta kalimat “sshhh.... here… here… you are safe here.
You are safe with me, I wont judge you.” Pada saat itu, saya merasakan
kehangatan ketika mendengar kalimat tersebut membisiki saya dibalik suara khas
seorang Ariel Peterpan yang sedang menyenandungkan lagu Semua Tentang Kita.
Saya merasa seperti sedang dipeluk dengan hangat dan diberikan penghiburan
untuk kondisi saya pada saat itu.
Sejak saat itu, saya berkenalan dengan Musik.
Mencari tahu lebih dalam tentang Musik hingga akhirnya jatuh cinta kepada
Musik. Saya menyukai bagaimanapun bentuk dari Musik dan apapun yang diberikan
Musik. Saya semakin jatuh cinta kepada Musik dan bangkit dari kekosongan jiwa
dengan bantuan Musik. Musik yang menemani saya melewati hari-hari kelam saya,
memeluk saya dan tidak pernah meninggalkan saya. Perlahan-lahan, saya menjadi
pribadi yang lebih baik dan mendapatkan kebahagiaan lain dalam hidup. Musik
masih selalu ada di sisi saya. Dia tidak meninggalkan dan sayapun tidak
meninggalkannya. Musik ada disamping saya untuk memeluk saya dalam keadaan
bahagia ataupun sedih. Dia tidak pernah meninggalkan saya. Dia selalu mengerti
apa yang saya rasakan dan selalu membuka lebar lengannya untuk saya.
---
Saya bukan orang yang tergila-gila dengan musik atau
bahkan mengklaim sebagai seorang music
enthusiast, karena bahkan saya tidak bisa memainkan satupun alat musik dan
buta dengan nada. Saya hanya menyukai musik, menyukai bagaimana urutan nada dan
lantunan suara serta kalimat-kalimat dalam musik dapat membuat orang yang
mendengarnya menjadi tenang dan tidak merasa sendirian. Bagi saya, ketulusan
seseorang ketika menulis sebuah lagu akan selalu sampai kepada pendengarnya.
Musik sudah menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari diri saya. Ketika sedang
menghadapi berbagai macam situasi di hidup, musik selalu menjadi pilihan teratas
saya untuk “pulang”. Musik ikut tertawa bahagia ketika saya bahagia dan ikut
menangis sambil memberikan pelukan hangat ketika saya mengeluarkan air mata
kesedihan.
Perasaan tersebut menjadi semakin kuat ketika saya
dapat bernyanyi dan melihat secara langsung musik-musik yang biasa saya
dengarkan bersama penyanyi aslinya. Perasaan saya menjadi lebih baik setelah
(terkadang) menangis sesenggukan di venue
acara musik dan bernyanyi keras-keras diantara banyak orang. Saya tidak
keberatan menyisikan uang jajan saya untuk membeli tiket gigs penyanyi favorit saya. Saya merasa senang ketika saya
menyisihkan waktu saya untuk menyetir selama berjam-jam demi mendengarkan
secara angsung lagu-lagu yang selama ini ada di dalam playlist. I found my
happiness there, so I feel okay with that. I don’t mind at all.
Magelang, Juli 2020
-------
ps. surat ini dibuat untuk mengikuti give away tiket Pamungkas Flying Solo Tour Semarang 2019.

No comments:
Post a Comment