Wednesday, December 30, 2020

Surat Tentang Indah Ayu dan Musik



Awal mula saya berkenalan dengan Musik adalah ketika sedang merasakan kekosongan jiwa. Saat saya bingung dengan apa yang saya rasakan. Saya merasa kosong dan sendirian di tengah keramaian. Saya mempunyai banyak keluarga, namun tidak dapat merasakan kehadiran mereka. Saya memiliki banyak teman, namun tidak dapat merasakan apa itu pertemanan. Ketika sedang duduk sambil melamun, sekilas terdengar lantunan nada beserta kalimat “sshhh.... here… here… you are safe here. You are safe with me, I wont judge you.” Pada saat itu, saya merasakan kehangatan ketika mendengar kalimat tersebut membisiki saya dibalik suara khas seorang Ariel Peterpan yang sedang menyenandungkan lagu Semua Tentang Kita. Saya merasa seperti sedang dipeluk dengan hangat dan diberikan penghiburan untuk kondisi saya pada saat itu.

Sejak saat itu, saya berkenalan dengan Musik. Mencari tahu lebih dalam tentang Musik hingga akhirnya jatuh cinta kepada Musik. Saya menyukai bagaimanapun bentuk dari Musik dan apapun yang diberikan Musik. Saya semakin jatuh cinta kepada Musik dan bangkit dari kekosongan jiwa dengan bantuan Musik. Musik yang menemani saya melewati hari-hari kelam saya, memeluk saya dan tidak pernah meninggalkan saya. Perlahan-lahan, saya menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan kebahagiaan lain dalam hidup. Musik masih selalu ada di sisi saya. Dia tidak meninggalkan dan sayapun tidak meninggalkannya. Musik ada disamping saya untuk memeluk saya dalam keadaan bahagia ataupun sedih. Dia tidak pernah meninggalkan saya. Dia selalu mengerti apa yang saya rasakan dan selalu membuka lebar lengannya untuk saya.

 

---

Saya bukan orang yang tergila-gila dengan musik atau bahkan mengklaim sebagai seorang music enthusiast, karena bahkan saya tidak bisa memainkan satupun alat musik dan buta dengan nada. Saya hanya menyukai musik, menyukai bagaimana urutan nada dan lantunan suara serta kalimat-kalimat dalam musik dapat membuat orang yang mendengarnya menjadi tenang dan tidak merasa sendirian. Bagi saya, ketulusan seseorang ketika menulis sebuah lagu akan selalu sampai kepada pendengarnya. Musik sudah menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari diri saya. Ketika sedang menghadapi berbagai macam situasi di hidup, musik selalu menjadi pilihan teratas saya untuk “pulang”. Musik ikut tertawa bahagia ketika saya bahagia dan ikut menangis sambil memberikan pelukan hangat ketika saya mengeluarkan air mata kesedihan.

Perasaan tersebut menjadi semakin kuat ketika saya dapat bernyanyi dan melihat secara langsung musik-musik yang biasa saya dengarkan bersama penyanyi aslinya. Perasaan saya menjadi lebih baik setelah (terkadang) menangis sesenggukan di venue acara musik dan bernyanyi keras-keras diantara banyak orang. Saya tidak keberatan menyisikan uang jajan saya untuk membeli tiket gigs penyanyi favorit saya. Saya merasa senang ketika saya menyisihkan waktu saya untuk menyetir selama berjam-jam demi mendengarkan secara angsung lagu-lagu yang selama ini ada di dalam playlist. I found my happiness there, so I feel okay with that. I don’t mind at all.


Magelang, Juli 2020


-------

ps. surat ini dibuat untuk mengikuti give away tiket Pamungkas Flying Solo Tour Semarang 2019.

No comments:

Post a Comment

2020

"Kan, ada tuh tulisan Kampus Merdeka di portal mahasiswa. Supaya mahasiswanya merdeka, katanya. Gimana perasaan kalian udah dimerdekaka...