Sunday, March 17, 2019

[Minggu 2] Media Convergence




Perkembangan teknologi komunikasi mengalami perkembangan pesat dalam dua dasawarsa terakhir. Perkembangan teknologi yang demikian pesat juga merambah industri media. Media digital menjadi media yang sangat populer beberapa tahun terakhir. Bahkan, beberapa kalangan meramalkan media cetak akan tergusur oleh teknologi media yang berbasis digital.
Istilah konvergensi sangat bervariatif dan sulit untuk didefinisikan, namun lebih sering digambarkan sebagai perpaduan antara teknologi, sistem, dan layanan (media), konsentrasi modal (dalam media), kepemilikan dan pasar, integrasi proses teknologi, sosial dan budaya. Saluran komunikasi terintegrasi mempengaruhi persepsi penerima pesan atau audiens. Konvergensi dalam jurnalisme merupakan proses multidimensi yang difasilitasi oleh implementasi luas teknologi komunikasi digital, mempengaruhi aspek teknologi, bisnis, professional, dan editorial media, mendorong integrasi alat, ruang, metode kerja, dan bahasa yang sebelumnya terpisah, sedemikian rupa sehingga jurnalis dapat menulis konten untuk didistribusikan melalui berbagai platform, menggunakan bahasa yang sesuai di setiap media.
Hadirnya konvergensi media memberikan pengaruh positif dan negatif bagi industri dan masyarakat umum. Dampak positif dengan adanya konvergensi media diantaranya, yaitu:
  1. Komunikasi dua arah antara produsen konten informasi dengan audiensnya. Konvergensi media memungkinkan audiens untuk mengirimkan feedback secara langsung setelah membaca ataupun melihat konten tersebut
  2. Citizens journalism. 
    Dalam era konvergensi media, penghasil informasi tidak hanya dari produsen informasi, namun masyarakat juga dapat mencari berita dan menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi media massa
  3.  Lebih praktis dan efisien. Konvergensi media menghapus batasan-batasan waktu dan wilayah. Masyarakat dapat mengakses informasi apapun yang dibutuhkannya tanpa terbatas oleh waktu dan wilayahnya. Mereka dapat mengaksesnya kapanpun dan dimanapun dengan cepat dalam berbagai bentuk 
  4. Munculnya jenis-jenis pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Konvergensi media erat kaitannya dengan perkembangan teknologi dan informasi yang membuat peluang pekerjaan dalam kedua bidang tersebut menjadi lebih luas, bahkan muncul pekerjaan-pekerjaan baru seperti content creator, secial media strategist, search engine optimization (SEO) specialist, cyber security, dan lain-lain.
Selain dampak positif, konvergensi media juga mempunyai dampak negatif, diantaranya:
  1. Kredibilitas informasinya dipertanyakan. Dengan penyampaian informasi yang sangat cepat dan diperbaharui secara terus menerus akan muncul pertanyaan apakah informasi tersebut dapat dipercaya atau tidak
  2.  Ketergantungan dengan teknologi. Munculnya segala sesuatu yang serba praktis dalam internet membuat masyarakat menjadi kecanduan internet, sehingga lebih banyak bersosialisasi melalui internet. Budaya berkomunikasi secara langsung atau face to face akan berkurang karena masyarakat lebih memilih berkomunikasi melalui internet yang lebih praktis. 
  3. Menurunnya lowongan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Perkembangan teknologi mengurangi pekerjaan yang sudah ada sebelumnya karena sudah digantikan dengan teknologi ataupun pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
  4. Penurunan industri media cetak. Sama dengan pekerjaan yang semakin berkurang, media cetak juga akan semakin berkurang seiring media digital yang jumlahnya terus meningkat dan lebih praktis serta efisien.

Dalam konvergensi media, terdapat beberapa jenis konvergensi seperti tactical convergence, structural convergence, information gathering convergence dan narrative/story telling convergence.
  • Tactical Convergence ( Konvergensi Taktis). Dalam konvergensi taktis, dua media dari platform yang berbeda dan juga perusahaan yang berbeda sepakat saling berbagi dan promosi konten masing-masing. Seperti yang dilakukan oleh VICE Indonesia, Tirto, dan The Jakarta Post yang bekerjasama dalam sebuah kampanye #NamaBaikKampus untuk merangkum seri laporan mendalam terkait kasus kekerasan seksual dalam lingkungan akademik.
  • Structural Convergence (Konvergensi Struktural). Dalam menyampaikan informasi, produsen tidak hanya terfokus pada satu produk tertentu. Mereka juga memproduksi karya-karya multimedia untuk memperkuat posisinya di pasar. Seperti radio Prambors yang tidak hanya mengandalkan penyiaran melalui radio konvensional, namun juga menyediakan layanan streaming melalui websitenya. Bahkan websitenya tidak hanya berfungsi untuk streaming, namun juga berisi ­chart­ music di Prambors dan berita-berita up to date di luar dunia permusikan. Dalam konvergensi struktural dituntut untuk menjadi seorang yang multitasking sehingga bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh media dengan platform lain dalam satu grup. 
  •  Information Gathering Convergence (Konvergensi Pengumpulan Informasi). Dalam Konvergensi Pengumpulan Informasi muncul istilah-istilah baru seperti multimedia journalist, backpack journalist, mobile journalist, dan solo journalist. Maksud dari istilah-istilah tersebut adalah seorang jurnalis meliput suatu kejadian tidak hanya untuk menghasilkan informasi berupa teks saja, namun juga dalam bentuk foto, video, dan bahkan grafis. Jurnalis diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan menulis saja, namun juga keterampilan mengambil video, merekam audio atau video, dan juga menyiapkan bahan untuk disiarkan ataupun diunggah di website. 
  • Narrative / Storytelling Convergence (Konvergensi Mendongeng / Naratif). Para jurnalis dilatih untuk menjadi seseorang yang pandai bercerita, untuk menceritakan kepada audiens tentang informasi yang didapatkannya. Bagaimana mereka menceritakan kisah tersebut berdasarkan nilai-nilai berita. Beberapa jurnalis telah menemukan cara baru untuk bercerita yang lebih dari sekedar beberapa gambar atau video yang ditayangkan bersamaan dengan cerita yang dipasang di website



Referensi:
Ardians. 2012. “Sisi Positif dan Negatif Konvergensi Media” dalam http://41809129.blog.unikom.ac.id/sisi-positif-dan.656 diakses pada 17 Maret 2019 10:55 WIB.
Bambani, Arif. 2017. “Konvergensi Bukan Berarti Multitasking” dalam https://www.selasar.com/jurnal/38972/Konvergensi-Bukan-Berarti-Multitasking diakses pada 17 Maret 2019 11:56 WIB.
Collins, Ross. “An Introduction to Convergence Media” dalam https://www.ndsu.edu/pubweb/~rcollins/491convergencemedia/introtoconvergence.html diakses pada 17 Maret 2019 11:43 WIB.
Kalamar, Denis. 2016. “Convergence of Media and Transformation of Audience”. Informatol. 49, 2016., 3-4, 190-202.
Siapera, Eugenia dan Andreas Veglis. 2012. “The Handbook of Global Online Journalism”. Pondicherry. John Wiley & Sons, Ltd, Publication.
Wahyu, Anton Prihartono. 2016. “Surat Kabar & Konvergensi Media”. Channel, Vol. 4, 105-116

No comments:

Post a Comment

2020

"Kan, ada tuh tulisan Kampus Merdeka di portal mahasiswa. Supaya mahasiswanya merdeka, katanya. Gimana perasaan kalian udah dimerdekaka...