Sunday, April 7, 2019

[Minggu 5] Random Theme; Kunto Aji dan Mantra Mantra


sumber gambar: wikipedia

Pada pertengahan September 2018 lalu, Kunto Aji merilis album keduanya yang bertajuk Mantra Mantra. Ada beberapa hal yang bisa saya ambil lewat album ini. Lagu pertama yang saya dengar di album Mantra Mantra adalah track pertamanya, yaitu Sulung.
"Cukupkanlah ikatanmu
Relakanlah yang tak seharusnya untukmu
Yang sebaiknya kau jaga, adalah dirimu sendiri"
Pertama kali mendengarnya, saya merasa tersentuh sekali dengan liriknya. Saya, yang saat itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, merasa tertolong dengan mendengarkan lagu Sulung. Ditambah petikan gitar dari Kunto Aji yang juga sangat menenangkan saya. Dengan lirik lagu yang diulang-ulang, membuat saya memikirkan kata-kata tersebut yang kemudian menyadarkan saya. Saat itu saya merasa terlalu memaksaan keadaan, terlalu mengharapkan keinginan untuk menjadi kenyataan dan itu sangat menyiksa. Karena terlalu menginginkannya, saya menjadi lupa kepada diri saya sendiri. Saya tidak menjaga diri saya dan saya tidak peduli kepada diri sendiri, karena yang selalu ada di otak saya, ya, keinginan itu.
            Saya merasa bahwa apa yang saya lakukan pada saat itu kurang tepat. Tidak seharusnya saya terlalu lama berkubang dalam masalah saya, hingga melupakan diri sendiri. Hal apa pun yang akan menjadi milik saya, pasti akan menjadi milik saya. Dan hal apa pun yang tidak seharusnya milik saya, ya tidak akan menjadi milik saya, sampai kapanpun. Yang harus diperhatikan adalah diri saya sendiri. Bagaimana diri saya bisa menerima hal apapun yang ada di hidup saya, walaupun itu di luar keinginan saya. Bagaimana saya harus baik-baik saja ketika apa yang terjadi pada hidup, diluar ekspektasi saya. Saya harus ikhlas, karena saya tidak bisa mengatur semua hal di dunia ini.
        Selain Sulung, lagu di album Mantra Mantra yang kembali “menolong” saya pada saat itu, adalah Rehat.
"Tenangkan hati  
Semua ini bukan salahmu 
Jangan berhenti 
Yang kau takutkan takkan terjadi 
Yang dicari, hilang 
Yang dikejar, lari 
Yang ditunggu 
Yang diharap 
Biarkanlah semesta bekerja 
Untukmu"
            Setelah merasa “tertampar” dengan Sulung, saya kembali dibuat diam dengan track nomor lima di album tersebut. Saya yang pada saat itu terlalu sering menyalahkan diri saya atas apa yang terjadi, merasa mendapatkan jawaban dari lagu Rehat. Kalimat “semesta yang paling mempunyai kuasa” berputar di pikiran saya pada saat itu. Ditambah lagi, pada menit ke 3:12, Kunto Aji menyisipkan instrumen musik yang sangat menenangkan ketika didengarkan oleh telinga saya. Dan setelah saya mencari tahu, ternyata itu merupakan Solfeggio Frequencies, frekuensi 396 Hz milik Dr. Joseph Pulio, psikolog dari Amerika Serikat, yang menurut penelitian bisa mengeluarkan pikiran negatif untuk menyehatkan mental. Dalam setiap penampilan langsungnya ketika membawakan Rehat, Kunto Aji selalu menyebutnya sebagai sesi terapi pada menit tersebut.
            Selain Sulung dan Rehat, telinga saya kembali eargasm ketika mendengarkan Saudade. Track ke delapan di album Mantra Mantra. Kali ini bukan untuk diri sendiri hal yang saya dapatkan dari Saudade. Sejak pertama kali mendengar dan membaca liriknya, saya selalu terbayang adik-adik saya yang masih kecil di rumah dan juga sahabat-sahabat saya. This song always remind me of them. The lyrics are too deep I can’t stand it.
         Tapi, secara keseluruhan, semua lagu yang ada di Mantra Mantra punya “mantra”nya tersendiri untuk saya. Menurut saya, Mantra Mantra merupakan salah satu album terbaik yang pernah saya dengarkan. Selain menyuguhkan musik yang sangat menenangkan untuk telinga saya, Kunto Aji juga memberi pesan yang banyak lewat liriknya. Dia bercerita banyak tentang mental health, self-love, overthinking, ikhlas, bersyukur, dan doa-doa untuk orang di sekitar. Kunto Aji benar-benar memberi mantra di album ini yang membuat pendengarnya bisa tepat merasakan apa yang ingin disampaikan lewat lagu-lagunya. Sampai sekarang, saya masih merasa “tersihir” ketika mendengarkan Mantra Mantra. Terimakasih sangat banyak untuk Kunto Aji yang telah membuat album seindah dan semenenangkan ini hingga mampu menolong banyak orang.
 Kalau kamu mau, kamu bisa mendengarkan lagunya di https://open.spotify.com/album/6D5TQ2A4KFGuHvFsrnsVfj?si=TTdmChWZTS6Xb2jDcK_8eA atau di kanal YouTube milik Kunto Aji.

        By the way, untuk kalian yang lelah dengan keadaan, lelah dengan pencarian, lelah dengan kenangan, lelah dengan segala tuntutan, lelah dengan apa yang ada di pikiran, terimakasih sudah berjuang sampai sekarang. Selamat hari Minggu! Take a good care of yourself and people around you! Sampa jumpa di hari baik lainnya!

2 comments:

  1. Perjuangan tanpa apresiasi, apakah sia-sia ndah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggaaa. Ngga ada perjuangan yang sia sia. Poinnya bukan di apresiasinya, tp di gimana kamu berjuanganya, gimana kamu bisa berjuang sampai sekarang. Dan bertahan.

      Mantap indah ayu seribu dollar

      Delete

2020

"Kan, ada tuh tulisan Kampus Merdeka di portal mahasiswa. Supaya mahasiswanya merdeka, katanya. Gimana perasaan kalian udah dimerdekaka...